Bisnis

Hal-hal Mengenai Strategi Distribusi yang Perlu Diketahui

strategi distribusi

Dalam dunia bisnis, tentunya perusahaan ingin produk sampai di tangan pelanggan dengan tepat waktu. Nah, kuncinya adalah di strategi distribusi produk. Setiap perusahaan mungkin dapat memiliki strategi distribusi yang berbeda-beda, tergantung pada produk yang dimilikinya. Oleh sebab itu, bisnis perlu mengetahui strategi distribusi serta distributor yang tepat agar barang-barang bisa sampai ke pelanggan akhir secara efektif. 

Lantas apa saja jenis-jenis dari strategi distribusi? Simak ulasan selengkapnya berikut ini! 

Apa yang dimaksud dengan Strategi Distribusi?

Distribusi sendiri adalah proses mendapatkan produk ataupun layanan dari produsen ke pengguna akhir. Sedangkan strategi distribusi adalah langkah-langkah yang ditentukan oleh perusaahaan untuk membawa produk ke pelanggan akhir. Adapun beberapa saluran distribusi yang biasa digunakan yaitu;

  • Reseller: Saluran distribusi ini membeli lalu menjual kembali produk dengna harga lebih tinggi. Biasanya, mereka melakukan operasi secara mandiri dan menghasilkan keuntungan untuk diri sendiri. 
  • Pengecer: Dikenal juga sebagai ritel, mereka membeli produk dalam jumlah besar serta menjual dalam jumlah yang kecil sehingga mendapatkan keuntungan. 
  • Wholesaler: Sama seperti pengecer, wholesaler juga membeli produk dalam jumlah yang besar, namun menjualnya secara langsung atau menggunakan perantara untuk menjual ke bisnis lain, bukan pelanggan langsung. Karena wholesaler membeli dalam jumlah banyak, wholesaler menghemat waktu dan biaya untuk menangani produk, oleh sebab itu mereka bisa menjual produk dengan harga yang lebih murah. 

Baca Juga : 6 Strategi Penetrasi Pasar yang Perlu Anda Ketahui

Apa Pentingnya Strategi Distribusi?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, strategi distribusi memiliki peran yang penting yaitu untuk memastikan produk sampai ke konsumen dengan aman. Hal tersebut tidak lepas dari berbagai langkah distribusi. Selain itu, strategi distribusi penting untuk meningkatkan pendapatan bisnis dan loyalitas pelanggan. 

Dengan memiliki strategi distribusi produk yang baik, semua yang terlibat, dari produsen hingga grosir dan pengecer dapat membina hubungan kerja yang baik, sehingga pengiriman produk tepat waktu dan juga hemat biaya. Tidak hanya itu, strategi distribusi bertujuan untuk mengurangi kemacetan dalam proses distribusi. Inilah yang memastikan produk dikirimkan secara tepat waktu, mempertahankan kepercayaan pelanggan selama ini, serta menumbuhkan basis dan reputasi pelanggan. 

Jenis-jenis Strategi Distribusi

Lalu, apa saja jenis-jenis strategi distribusi yang perlu Anda ketahui, demi mendapatkan pendapatan yang lebih baik untuk perusahaan, yaitu sebagai berikut;

1. Distribusi Langsung

Nah, jenis yang pertama dari strategi distribusi adalah distribusi langsung, atau direct distribution. Melansir dari Investopedia, distribusi langsung adalah strategi yang memungkinkan konsumen membeli dan menerima barang langsung dari produsen. Salah satu contoh strategi distribusi ini adalah petani sayur yang langsung melakukan penjualan di pasar. 

2. Distribusi Tidak Langsung

Jenis strategi distribusi yang berikutnya adalah distribusi tidak langsung. Berbeda dengan yang sebelumnya, distribusi tidak langsung perlu melibatkan perantara yang melakukan fungsi distribusi perusahaan. Jenis ini membebaskan produsen dari biaya serta tanggung jawab awal tertentu yang dapat memangkas waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Karena ada keterlibatan pihak ketiga dalam saluran distribusi, hal ini memungkinkan biaya produk yang lebih tinggi bagi konsumen. 

cod_tanpa_marketplace

3. Distribusi Eksklusif

Berikutnya yaitu jenis distribusi eksklusif, yaitu perusahaan yang memberikan hak tunggal kepada perusahaan atau individu lain untuk menjual, mendistribusikan, atau menjual kembali produk dan layanannya di wilayah yang ditentukan. Adapun ketentuan dalam jenis distribusi ekslusif ini tergantung pada industri dan produk yang didistribusikan. 

Contoh strategi distribusi eksklusif yaitu perusahaan JLM Auto Indonesia yang menjadi distributor eksklusif motor Harley Davidson. Ini berarti mereka berhak untuk menjual motor Harley Davidson, dan menjual suku cadang serta aksesoris motor di Indonesia.

4. Distribusi Intensif

Jenis strategi distribusi yang berikutnya adalah distribusi intensif, yaitu strategi pemasaran yang melibatkan penyediaan produk perusahaan bagi pelanggan di sebanyak mungkin tempat. Pada umumnya, perusahaan yang menggunakan distribusi intensif menjual produknya baik di toko lokal yang kecil maupun toko skala nasional. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk menemukan produk ketika mereka membutuhkannya, yang bisa meningkatkan penjualan. 

Contoh strategi distributif intensif ini biasanya adalah produk-produk kebutuhan sehari-hari. Misalkan saja beras, produk minuman atau makanan yang bisa kita temui baik di toko kelontong atau di swalayan. Kita dapat menemukannya di mana saja. 

5. Distribusi Selektif

Jenis strategi distribusi yang selanjutnya yaitu distribusi selektif. Pemasaran distribusi selektif ini adalah strategi yang berfokus pada penjualan jenis produk tertentu melalui jaringan pengecer, ritel serta grosir terpilih. Inilah jenis strategi yang terletak di antara distribusi intensif dan eksklusif. Misalkan saja produk seperti merek furniture, televisi serta peralatan rumah tangga sebagian besar menggunakan jenis strategi distribusi ini. 

Baca Juga : Pahami Mengenai Perang Harga dan Strateginya

Apa Saja Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Strategi Distribusi?

Terdapat banyak faktor yang bisa berpengaruh kepada strategi bisnis. Di bawah ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh pada strategi distribusi;

  • Lokasi Bisnis: Tempat operasi bisnis merupakan faktor penting dalam menentukan strategi distribusi. Lokasi yang strategis pun bisa berbeda-beda tergantung pada jenis produk dan layanan. 
  • Lokasi Target Pasar: Selain lokasi bisnis, lokasi target pasar juga penting. Distribusi produk dapat direncanakan sesuai dengan lokasi pelanggan yang ditargetkan. Contohnya apabila target pasar adalah pekerja kantoran, maka produk perlu tersedia di kawasan perkantoran. 
  • Mencapai Target Pasar: Tujuan akhir dari produk tentunya adalah mencapai pelanggan yang dituju. Maka strategi distribusi produk perlu memastikan bahwa produk bisa menjangkau pelanggan yang potensial. 
  • Gudang: Faktor berikutnya yaitu gudang, yang memiliki peran penting dalam menentukan strategi distribusi perusahaan. Gudang penyimpanan perlu diatur dengan benar sehingga jumlah produk sesuai.
  • Transportasi dan Logistik: Faktor yang mempengaruhi strategi distribusi yang berikutnya yaitu transportasi dan logistik, tanpa transportasi yang terpercaya, produk tidak akan sampai target pasar dengan tepat waktu.

Nah, demikianlah ulasan kali ini mengenai strategi distribusi yang perlu Anda ketahui. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gudang memiliki peran penting untuk strategi distribusi. Oleh sebab itu manfaatkan layanan warehouse & fulfillment dari SAP Express yang dapat menunjang bisnis Anda. Hubungi kami lebih lanjut untuk informasi selengkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *