Logistik

Apa Itu Kartu Stok Barang? Pengertian dan Fungsi Pentingnya

kartu stok barang

Kartu stok barang biasanya sering digunakan untuk pembukuan barang. Supaya para pegawai tidak kebingungan dalam mengetahui stok produk. dengan begitu, keberadaan dari kartu ini dapat dikatakan sangatlah penting.

Definisi Kartu Stok Barang

Kartu stok barang dapat diartikan sebagai catatan dari pembukaan yang memuat informasi mengenai transaksi yang berlangsung selama perusahaan beroperasional dalam kurun waktu satu dekade.   Dari kartu ini maka perusahaan dapat mengetahui seperti apa perputaran sisa saldo dan stok barang selama ini.

Baca Juga : Langkah Membuat Laporan Stok Barang Untuk Bisnis

Dengan begitu, secara tidak langsung kegunaan kartu stok barang yaitu untuk membantu perusahaan dalam mengontrol usaha yang dimilikinya. Seperti halnya, memantau jumlah stok hingga membantu pengecekan audit oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas terhadap hal tersebut.

Tidak hanya itu saja, ternyata kartu ini juga digunakan untuk dapat menjaga maupun memantau perputaran modal, menentukan harga pokok penjualan pengelompokan barang yang ada di gudang,, hingga memantau pola kebiasaan pasar. Selain itu, kartu ini memiliki dua jeni, yaitu kartu yang dibuat dengan kertas biasa atau elektronik. Nantinya, Anda juga dapat mengetahuinya lebih jauh melalui contoh kartu stok barang.

Informasi yang Wajib Ada pada Kartu Stok Barang

Apabila Anda nantinya akan membuat format kartu stok barang, maka beberapa informasi dibawah ini penting untuk ada didalamnya. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut ini!

  • Nama perusahaan
  • Nama barang yang disesuaikan dengan jenis atau kelompoknya
  • Kode unik barang ( Ini biasanya dibuat secara khusus oleh perusahaan sendiri)
  • Pengeluaran stok produk atau barang
  • Pembukaan stok produk atau barang
  • Lokasi toko atau gudang tempat inventaris produk disimpan’
  • Waktu penerbitan, mulai dari Tanggal, bulan, sampai dengan tahun.
  • Harga satuan barang
  • Jumlah stok terakhir dari produk yang tersimpan
  • Beberapa informasi penting lainnya yang ingin disampaikan.
  • Cara Membuat Kartu Stok Barang

Cara Membuat Kartu Stok Barang

Setelah Anda mengetahui mengenai kartu stok barang dan apa saja informasi yang perlu ada di dalamnya. Maka sekarang, saatnya Anda untuk membuatnya secara tepat.  Selain itu, jika Anda merasa harga kartu stok barang ini cukup tinggi, maka Anda dapat menggunakan  cara ini!

Fulfillment Banner

1.  Tentukan desain kartu

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan dalam komponen kartu stok barang yaitu memilih desain kartu stock yang memang sesuai dengan citra perusahaan. Dari mulai bentuk, warna, sehingga format yang akan digunakan nantinya dalam pembuatan kartu.

2.  Masukkanlah komponen yang termasuk data penting

Langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan yaitu memasukan informasi penting ke dalam format desain kartu. Sehingga nantinya, kartu ini dapat difungsikan dengan baik dan optimal. Pastikan untuk melakukan cara mengisi kartu stok barang dengan benar.

3.  Mencetak kartu stock

Apabila Anda sudah mendesain dan memasukan informasi apa saja yang perlu dimasukan ke dalam kartu tersebut, maka saatnya sekarang untuk mencetaknya. Pastikan, Anda menggunakan standar ukuran kartu yang sesuai dengan kebutuhan.

Namun, disarankan untuk mencetaknya dengan ukuran yang tidak terlalu besar, tetapi tidak juga terlalu kecil. Dengan begitu, kartu akan jauh lebih efisien untuk digunakan. Selain itu, jika nanti Anda kesulitan dalam pembuatan secara manual, maka silahkan membuat Kartu Stok Barang Excel.

4.  Menempelkannya pada item produk

Apabila Anda telah mencintainya, maka langkah selanjutnya yaitu menempelkan kartu ini pada produk pada setiap transaksi berlangsung. Dimana hal ini nantinya, Anda perlu menyesuaikannya dengan jenis waktu transaksi tersebut berlangsung. 

Baik itu perminggu, per bulan, atau bahkan per tahun. Selain itu, untuk memudahkan kerja dan efisiensi waktu pada saat proses inventori maupun yang lainnya, Anda perlu mengklasifikasikannya. Dimana nantinya, kartu akan terpisah sesuai dengan jenisnya. Baik itu, pembelian, retur barang, penjualan, maupun lain sebagainya.

5.  Mengisi kolom informasi

Untuk cara mengisi kartu stok barang yaitu dengan mengisi kolom yang sudah tertera di kartu sesuai dengan informasi yang diminta disana. Sehingga apstikan untuk mengisi data sesuai dengan item barang, waktu transaksi, sampai dengan jenis transaksi yang dilakukan.

Selain itu, pastikan juga untuk memasukan tempat produk yang nantinya akan disimpan pada kolom informasi tambahan. Sehingga nantinya, dapat memudahkan proses selanjutnya yang akan dijalankan.

6.  Melaporkan kepada pihak yang lebih berwenang

Setelah proses pengiriman data dalam kartu stok diselesaikan dengan baik, maka langkah yang perlu dilakukan yaitu melaporkannya kepada pihak berwenang .  Tidak hanya itu saja, Anda juga perlu melaporkan kode-kode khusus yang ada dalam stok barang. Dengan begitu, hal ini perlu membicarakan pada saat proses inventori saat bekerja sama untuk memulai mempertahankan maupun evaluasi.

Baca Juga : 6 Tips Cara Mengatur Stok Barang Usaha Anda

7.  Membuat neraca persedian

Hal yang perlu Anda perhatikan setelah melalui proses di atas, yaitu membuat neraca persedian. Dimana nerasa ini sendiri sebaiknya Anda buat per kuartal sekali. Dimana hal ini dilakukan untuk dapat menunjang kinerja yang optimal dan efisien. Nantinya, Anda tinggal mencatat maupun menghitung jumlah item barang yang memang masih tersedia di tempat penyimpanan barang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *