Finance

Biaya Overhead: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Menghitungnya

pengertian Biaya Overhead

Untuk Anda yang sudah menggeluti bisnis, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya istilah biaya overhead. Hal ini penting diketahui untuk menjamin berjalannya operasional perusahaan. Contoh biaya overhead adalah asuransi, peralatan kantor, gaji karyawan, dan juga sewa tempat. Biaya overhead yang mencakup biaya-biaya ini tidak berhubungan secara langsung dengan produksi.

Nah, seperti apa itu biaya overhead dan cara menghitung biaya overhead? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Apa yang dimaksud dengan Biaya Overhead?

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian dari biaya overhead. Melansir dari Investopedia, biaya overhead adalah pengeluaran bisnis yang sedang berlangsung yang tidak secara langsung dikaitkan dengan pembuatan produk atau layanan. Hal ini penting untuk tujuan penganggaran, namun juga untuk menentukan berapa banyak yang harus perusahaan keluarkan untuk produk atau layanan.

Walaupun tidak berkaitan secara langsung dengan produksi, perusahaan perlu membayar biaya overhead secara berkelanjutan, terlepas dari berapa banyak atau sedikitnya keuntungan dari penjualan perusahaan. Biaya yang berhubungan dengan overhead biasanya muncul dalam laporan laba rugi perusahaan dan memiliki dampak langsung terhadap profitabilitas bisnis secara keseluruhan. 

Baca Juga : Laporan Keuangan: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Adapun perusahaan perlu untuk mempertimbangkan biaya overhead ini dalam menghitung pendapatan bersihnya, yang dikenal sebagai bottom line. Laba bersih dihitung dengan cara mengurangi semua biaya produksi dan biaya overhead dari pendapatan kotor perusahaan, yang juga dikenal sebagai top line. 

Fungsi Menghitung Biaya Overhead

Lantas, apa fungsi dari menghitung biaya overhead bagi perusahaan? Yuk simak di bawah ini!

1. Pengeluaran Biaya dapat Dipantau

Fungsi menghitung biaya overhead yang pertama adalah untuk bisa memantau pengeluaran biaya perusahaan. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mengawasi aliran kas mereka dengan cermat. Dengan pemantauan ini, perusahaan dapat mengantisipasi risiko dan juga mencegah kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak yang memiliki kepentingan pribadi. Oleh sebab itu, divisi keuangan menjadi bagian yang penting dalam biaya overhead ini. 

2. Anggaran dapat Dialokasi

Dengan menghitung biaya overhead, maka perusahaan bisa melakukan anggaran untuk dialokasikan pada setiap divisi. Perhitungan biaya overhead per divisi ini bisa membantu bagian keuangan untuk menganalisis, mengoreksi, atau Menyusun ulang proposal anggaran dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik perusahaan. Cara ini bisa membantu perusahaan melakukan alokasi anggaran dengan tepat dan efisien.

3. Mengurangi Biaya yang Tidak Diperlukan

Fungsi dari menghitung biaya overhead yang selanjutnya adalah untuk mengurangi biaya yang tidak diperlukan. Dengan demikian, pengeluaran bisnis dalam hal biaya overhead bisa menjadi lebih efektif dan juga efisien. Secara sederhana, biaya overhead dalam hal ini berperan untuk mengurangi pemborosan dan mengoptimalkan pengeluaran bisnis. 

cod

4. Perusahaan dapat Menyusun Strategi

Biaya overhead menjadi penting ketika perusahaan menyusun strategi. Hal ini berlaku ketika perusahaan melakukan riset produk atau analisis pasar, yang pada umumnya cost berasal dari biaya overhead. Sebagai hasilnya, biaya overhead ini menjadi faktor yang mempengaruhi merumuskan strategi kedepannya.

Jenis Biaya Overhead

Nah, setelah memahami mengenai fungsi dari menghitung biaya overhead, di bawah ini adalah jenis dari biaya overhead yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut;

1. Tetap

Jenis dari biaya overhead yang pertama adalah biaya tetap. Biaya overhead ini selalu tetap dan tidak berubah dengan fluktuasi tingkat aktivitas bisnis. Contoh biaya overhead tetap adalah gaji karyawan, biaya sewa, pajak properti, penyusutan aset, biaya telpon per bulan serta lisensi pemerintah. 

2. Variabel

Variabel juga termasuk dalam jenis biaya overhead, yang akan mengalami perubahan sejalan dengan tingkat aktivitas bisnis yang Anda jalankan. Biaya seperti biaya hukum dan biaya pengiriman akan tergantung pada operasi harian yang dilakukan oleh perusahaan. Saat tingkat aktivitas menurun, biaya overhead variabel ini secara otomatis juga akan mengalami penurunan. Contoh dari biaya overhead variabel adalah listrik, gas, dan biaya air. 

3. Semi Variabel

Jenis biaya overhead yang berikutnya adalah biaya semi variabel. Ini adalah kombinasi dari biaya overhead tetap dan variabel, dimana sebagian biaya dikeluarkan tanpa tergantung pada aktivitas bisnis. Namun juga bisa meningkat seiring dengan pertumbuhan aktivitas bisnis. Contoh dari biaya overhead semi variabel mencakup komisi dan biaya utilitas. Pada hal biaya utilitas, ada jumlah tetap yang dibebankan dan sisanya didasarkan pada penggunaan aktual. 

Cara untuk Menghitung Biaya Overhead

Nah, di bawah ini adalah cara-cara untuk menghitung biaya overhead. Yuk simak!

Baca Juga : Pahami Apa Itu Cost Control dan Pentingnya Untuk Bisnis

1. Setiap Divisi Memisahkan Biaya Overhead

Cara untuk menghitung biaya overhead pabrik adalah dengan memisahkan anggaran setiap divisi. Dengan cara ini, Anda perlu mengumpulkan proyeksi biaya dari masing-masing divisi dan melakukan analisis terhadap pengajuan biaya overhead mereka secara individu. 

2. Menghitung Overhead Sesuai dengan Persentase

Cara menghitung biaya overhead yang selanjutnya adalah dengan menghitung overhead sesuai dengan persentase. Caranya yaitu dengan menghitung overhead setiap divisi dan membaginya sesuai dengan ukurannya. Setelah semua biaya sudah diklasifikasikan dengan tepat, perusahaan bisa mengetahui persentase biaya overhead atau bisnis dari penjualan. 

3. Carilah Nilai Efisiensi Overhead Cost

Metode lain dalam menghitung overhead cost adalah dengan mengumpulkan seluruh biaya overhead perusahaan dan melakukan analisis anggaran secara komprehensif. Pada proses ini, pemilik atau divisi keuangan memiliki wewenang penuh untuk menentukan biaya overhead dan pengambilan keputusan. 

Demikianlah ulasan kali ini mengenai pengertian, fungsi, jenis, dan cara menghitung biaya overhead. Dengan memahami biaya overhead, perusahaan bisa menjaga biaya tetap rendah, dan memaksimalkan pendapatan secara optimal. Untuk Anda yang punya bisnis dan masih belum memiliki tempat gudang, Anda bisa manfaatkan layanan sewa gudang online dari SAP Express yang bisa menjadi solusi bagi bisnis Anda. Semoga bermanfaat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *