Jakarta, 21 Oktober 2026 — Sehubungan dengan penutupan sementara sejumlah bandara akibat cuaca buruk dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), beberapa pengiriman mengalami hambatan operasional. Kondisi ini berpotensi memengaruhi estimasi waktu pengiriman (lead time) dan Service Level Agreement (SLA) pelanggan, khususnya untuk tujuan Ambon dan Manokwari.
Untuk meminimalkan dampak terhadap proses distribusi, SAPX melakukan penyesuaian operasional melalui pengalihan moda transportasi untuk tujuan tertentu serta koordinasi lintas tim guna memastikan penanganan kiriman berjalan sesuai kondisi dan ketentuan operasional yang berlaku.
Alternatif Pengiriman ke Ambon melalui Jalur Laut
Untuk kiriman tujuan Ambon yang telah diambil dari pengirim (picked up) maupun yang sudah transit di Makassar, pengiriman dialihkan dari jalur udara ke jalur laut sebagai solusi sementara agar proses distribusi tetap berjalan tanpa harus menunggu kepastian pembukaan kembali bandara.
Berikut detail pelaksanaan alternatif pengiriman tersebut:
- Rute pengiriman: Makassar–Ambon.
- Moda transportasi: Jalur laut.
- Jadwal keberangkatan: Senin, 26 Oktober 2026.
- Estimasi waktu tempuh: 7–8 hari.
- Target serah terima: Maksimal hari Sabtu, mengikuti jadwal operasional yang berlaku.
Melalui alternatif ini, kiriman yang terdampak dapat segera ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan estimasi waktu tempuh jalur laut. Tim operasional SAPX akan mengoordinasikan pelaksanaan pengiriman agar proses distribusi berjalan sesuai rencana.
Status Pengiriman ke Manokwari
Pengiriman tujuan Manokwari masih mengalami kendala akibat penutupan Bandara Rendani. Saat ini, sejumlah paket masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar karena belum dapat diberangkatkan menuju tujuan akhir.
Hingga pengumuman ini disampaikan, belum tersedia alternatif pengiriman yang dapat dijalankan. Tim operasional masih memantau perkembangan informasi dari pihak bandara terkait pembukaan kembali Bandara Rendani dan kemungkinan dimulainya kembali penerbangan.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman, perubahan estimasi waktu tiba, serta ketidaksesuaian terhadap SLA yang telah diinformasikan kepada pelanggan.
Penanganan terhadap dampak SLA dan kemungkinan klaim akan dilakukan berdasarkan evaluasi serta ketentuan yang berlaku, dengan mempertimbangkan kondisi gangguan operasional di luar kendali perusahaan (force majeure).
SAPX terus melakukan koordinasi lintas tim untuk meminimalkan dampak gangguan operasional terhadap pengiriman tujuan Ambon dan Manokwari. Pengalihan pengiriman ke jalur laut untuk tujuan Ambon menjadi salah satu langkah penanganan agar proses distribusi tetap berjalan, sementara pengiriman ke Manokwari masih menunggu perkembangan operasional Bandara Rendani.
Seluruh tim terkait diharapkan menjalankan tindak lanjut sesuai tanggung jawab masing-masing, menjaga komunikasi dengan pelanggan, serta memantau perkembangan kondisi secara berkala hingga operasional kembali normal.
Terima kasih atas perhatian, dukungan, dan kerja sama seluruh tim.
