Serpong, 21 Oktober 2026. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (DPP ASPERINDO), Budiyanto Darmastono, menjadi narasumber dalam podcast bertema LOGIS-TALK yang digagas oleh Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP) dan ASPERINDO di Gedung MNP, Serpong, Kabupaten Tangerang, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum, baik secara langsung maupun melalui Zoom. Dalam diskusi ini, Budiyanto memaparkan sejarah, peran, serta kontribusi ASPERINDO dalam mendukung perkembangan industri jasa pengiriman dan logistik di Indonesia.
Budiyanto menjelaskan, ASPERINDO yang berdiri sejak 1986 saat ini menaungi lebih dari 300 perusahaan anggota yang bergerak di bidang jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik.
“Keberadaan asosiasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan industri logistik nasional sekaligus menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah. Dan yang terpenting, ASPERINDO menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Budiyanto juga mengulas berbagai faktor yang memengaruhi tingginya biaya logistik di Indonesia. Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), kondisi operasional, regulasi, serta dinamika yang dapat menghambat kelancaran distribusi barang.
Menurutnya, industri logistik sangat bergantung pada ketepatan waktu dan kecepatan pengiriman.
“Karena itu, berbagai hambatan dalam rantai distribusi perlu diantisipasi agar pelayanan kepada konsumen tetap berjalan optimal dan keluhan pelanggan dapat diminimalkan,” tambah Budiyanto.
Lebih jauh lagi, ia menambahkan, dalam dunia logistik, ketepatan dan kecepatan waktu sangat penting untuk meminimalkan keluhan pelanggan.
“Karena itu, setiap faktor yang menghambat proses distribusi perlu mendapat perhatian bersama,” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi tersebut,” tutur dia.
Budiyanto menegaskan, BBM merupakan komponen penting dalam operasional logistik karena berperan langsung dalam proses pengangkutan dan pendistribusian barang. Dengan demikian, gangguan pasokan maupun perubahan biaya operasional berpotensi memengaruhi efisiensi pengiriman.
Ia menambahkan, upaya ASPERINDO dalam mendorong penurunan biaya logistik tidak hanya ditujukan untuk kepentingan perusahaan jasa pengiriman, tetapi juga untuk masyarakat luas.
“Pasalnya, biaya logistik memiliki keterkaitan dengan harga barang, kelancaran perdagangan, dan aktivitas perekonomian nasional,” ucap Budiyanto.
Oleh karena itu, ASPERINDO terus mendorong koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan guna menghadirkan regulasi yang mendukung efisiensi, kepastian usaha, serta peningkatan daya saing industri logistik Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas gagasan mengenai pembentukan badan logistik nasional sebagai salah satu upaya memperkuat koordinasi dan integrasi kebijakan.
Budiyanto menyoroti bahwa ekosistem logistik melibatkan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Perdagangan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi semakin penting seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan bisnis e-commerce. Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan mampu memenuhi kebutuhan distribusi barang yang semakin beragam.
Selain itu, Budiyanto menjelaskan pentingnya penguatan rantai pasok (supply chain) dan pemanfaatan teknologi digital dalam operasional logistik.
“Digitalisasi dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi proses, mempercepat pertukaran informasi, serta mendukung peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan,” tegasnya.
Terkait persaingan usaha, Budiyanto menyampaikan, ASPERINDO memberikan ruang bagi setiap perusahaan anggota untuk mengembangkan strategi bisnis, menarik konsumen, dan menentukan harga layanan sesuai kebijakan masing-masing.
“Meski demikian, persaingan tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi untuk memperkuat industri secara keseluruhan,” imbuhnya.
Prinsip tersebut tercermin dalam semangat bersaing namun tetap bersanding, yakni perusahaan dapat berkompetisi secara sehat sekaligus membangun sinergi melalui asosiasi demi kemajuan sektor jasa pengiriman dan logistik nasional.
Melalui kolaborasi dengan MNP, ASPERINDO berharap forum diskusi seperti LOGIS-TALK dapat memperluas pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, mengenai peran strategis logistik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam kegiatan podcast tersebut, Budiyanto didampingi Sekretaris Jenderal ASPERINDO, Tekad Sukatno, Ketua Bidag Kerjasama ASPERINDDO, Budi Paryanta serta Humas ASPERINDO, Erik Syam Pratama.
