Berita Pengiriman

Perjuangan Tekan Biaya Logistik, Ketum ASPERINDO: Bukan Hanya untuk Perusahaan, tapi Masyarakat dan UMKM

asperindo

SAPX.ID – Jakarta, 26 Agustus 2026. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASPERINDO, Budiyanto Darmastono mengatakan, pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghasilkan perkembangan positif bagi upaya ASPERINDO mendorong penataan biaya logistik. Dalam pertemuan itu, usulan ASPERINDO untuk menata kembali berbagai komponen biaya logistik mendapat perhatian dari pemerintah.

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) mendorong pemerintah segera menata ulang biaya logistik yang dinilai masih cukup tinggi. Langkah tersebut penting karena tingginya biaya logistik tidak hanya membebani pelaku usaha, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat serta keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Budiyanto Darmastono usai menghadiri Sidang Kanal Aduan Debottlenecking Satuan Tugas P3M-PPE yang diinisiasi Kementerian Keuangan dan dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Aula Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

“Hasil pertemuan hari ini sangat bagus sekali. Usulan daripada ASPERINDO untuk ditata ulang biaya logistik yang cukup tinggi, Pak Menteri menyetujui dan menyerahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk menata kembali,” ujar Budiyanto.

Menurut Budiyanto, Kementerian Perhubungan diberikan waktu sekitar satu bulan untuk menindaklanjuti penataan biaya tersebut. Apabila dalam kurun waktu tersebut belum terdapat langkah konkret, ASPERINDO akan kembali melaporkan persoalan itu kepada Menteri Keuangan agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Diberikan batas waktu kurang lebih satu bulan. Apabila satu bulan belum ada terlaksana, maka kita minta lapor lagi ke Pak Menteri supaya bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Budiyanto menegaskan, perjuangan ASPERINDO dalam menekan biaya logistik bukan semata-mata untuk kepentingan perusahaan jasa pengiriman, melainkan juga demi kepentingan masyarakat luas. Sebab, tingginya biaya logistik turut memengaruhi harga barang dan aktivitas ekonomi.

“Tapi intinya adalah kita di sini berjuang itu bukan untuk anggota atau perusahaan, tetapi untuk seluruh masyarakat supaya biaya logistik kita itu turun,” tegasnya.

Ia menilai berbagai komponen biaya dalam rantai distribusi masih cukup besar sehingga perlu segera dibenahi pemerintah. Oleh karena itu, efisiensi logistik menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perhatian khusus juga diberikan kepada UMKM yang kini semakin mengandalkan media sosial, e-commerce, dan marketplace untuk memasarkan produknya. Menurut Budiyanto, penurunan biaya logistik akan memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya.

“Makanya kita berjuang untuk seluruh masyarakat, khususnya kepada UMKM, sehingga UMKM bisa tumbuh. Mereka berjualan di sosial, e-commerce maupun di marketplace,” kata Budiyanto.

Karena itu, ASPERINDO berharap tindak lanjut pemerintah tidak berhenti pada pembahasan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan konkret untuk menekan berbagai komponen biaya logistik.

“Dengan distribusi yang lebih efisien, daya saing pelaku usaha dapat meningkat, sementara akses masyarakat terhadap barang juga diharapkan semakin baik,” imbuhnya.

ASPERINDO menilai, penataan biaya logistik perlu dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak yang berkaitan dengan rantai distribusi.

“Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mampu menekan beban biaya bagi perusahaan jasa pengiriman, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap harga barang, aktivitas perdagangan, dan pertumbuhan UMKM,” tutup Budiyanto.

Referensi: https://www.edisi.co.id/berita/9717555412/perjuangan-tekan-biaya-logistik-ketum-asperindo-bukan-hanya-untuk-perusahaan-tapi-masyarakat-dan-umkm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *