Bisnis Marketing

12 Contoh Aplikasi CRM Menggunakan WhatsApp untuk Ekspedisi

contoh aplikasi crm

Kalau Anda sedang mencari contoh aplikasi CRM untuk bisnis ekspedisi, pilih yang bisa menangani 3 hal ini: mencatat setiap chat pelanggan per nomor resi, membagi chat ke banyak CS dan hub, dan mengirim status paket lewat WhatsApp tanpa biaya yang boncos.

Artikel ini akan membahas 12 contoh aplikasi CRM berbasis WhatsApp yang bisa Anda pertimbangkan untuk kebutuhan bisnis di bidang logistik dan ekspedisi.

Terlebih pengguna WhatsApp di Indonesia menghabiskan sekitar 1 jam 52 menit per hari menurut beberapa riset, dengan demikian jadi channel yang tepat untuk mengurus atau mengirimkan pesan informasi pengiriman barang.

Masalahnya, nomor WhatsApp biasa seringkali membuat adminnya jadi cepat kelelahan ketika menerima chat yang menumpuk perihal paket pengiriman, terus tim yang menangani juga masih kurang dari 5 orang.

Penelitian di perusahaan pos dan logistik mencatat keluhan yang itu-itu saja, yaitu paket telat dan status kiriman tidak jelas. Karena itu aplikasinya perlu terhubung ke alur pengiriman dan tidak hanya berhenti di inbox.

7 Kriteria Memilih Aplikasi CRM WhatsApp untuk Logistik

Kriteria Memilih Aplikasi CRM WhatsApp untuk Logistik

Gunakan 7 pertanyaan ini dengan menggunakan skor 1 sampai 5 untuk tiap aplikasi yang ada:

  1. Multi agent dan pembagian hub > Apakah banyak CS bisa menggunakan satu nomor dengan label cabang?
  2. Integrasi resi > Apakah ada REST API atau webhook untuk mengirim status otomatis?
  3. Template notifikasi > Apakah mendukung template kategori utility?
  4. Penambahan kasus/komplain dan SLA > Apakah tim bisa mengalihkan chat ke divisi lain dengan catatan waktu tertentu?
  5. Riwayat per resi > Apakah pencarian chat cepat dan punya filter?
  6. Biaya yang terukur > Apakah kuota chat dan biaya agen jelas?
  7. Keamanan data > Apakah ada sertifikasi seperti ISO/IEC 27001?

Apabila dari 7 kriteria tersebut total skor lebih dari 28, maka layak Anda pertimbangkan. Dengan skor itu, daftar berikut lebih mudah Anda lihat secara mendetail.

12 Contoh Aplikasi CRM WhatsApp untuk Ekspedisi

Contoh Aplikasi CRM WhatsApp untuk Ekspedisi

1. CRM.ID (Aplikasi CRM untuk Bisnis UMKM/UKM)

Aplikasi CRM dan penyedia WhatsApp API resmi asal Yogyakarta ini paling dekat dengan kebutuhan hub lokal, karena harganya masih bisa dikatakan affordable untuk bisnis yang baru naik kelas dan tidak membatasi jumlah agen.

Fitur-fiturnya: 

  • Inbox mirip WhatsApp dengan penugasan chat ke agen atau tim (misalnya sales, finance, customer support)
  • Pengalihan chat saat urusan pindah divisi
  • Pencarian dan filter riwayat chat
  • Ada label dan tag
  • REST API untuk mengirim pesan dari sistem resi dan bisa terintegrasi dengan aplikasi lain
  • Terdapat nomor masking centang hijau/biru
  • Tersedia juga aplikasi Android

Kelebihan:

  • Agen, kontak, MAU, dan pesan tanpa batas, jadi menambah CS di cabang baru tidak menambah biaya per kursi.
  • Tim CRM.ID mendampingi onboarding dan training lewat chat tanpa biaya, dan sistemnya berstandar ISO/IEC 27001.

Keterbatasan:

  • Berbasis cloud, sehingga Anda harus selalu terhubung dengan koneksi internet
  • Tidak cocok untuk bisnis skala enterprise dengan multi channel

Contoh penggunaan di ekspedisi:

Chat paket gagal antar masuk ke CS hub, lalu beralih ke finance saat pelanggan menanyakan uang COD, dan semuanya tercatat di satu riwayat.

2. WATI

Platform WhatsApp API yang fokus pada satu channel, cocok untuk agen atau cabang yang butuh inbox bersama tanpa sistem rumit.

Fitur-fiturnya:

  • Shared team inbox (penugasan, catatan internal, tag, pencegah balasan ganda)
  • Membuat chatbot tanpa kode
  • Manajemen campaign
  • Integrasi iklan Click to WhatsApp
  • Inbox Messenger dan Instagram
  • 100+ integrasi dengan aplikasi lain
  • Pengelolaan beberapa nomor WhatsApp dalam satu dashboard

Kelebihan:

  • Chatbot drag and drop sering pengguna sebut sebagai fitur favorit
  • Untuk ekspedisi, bot bisa menjawab pertanyaan berulang seperti tarif dan jam operasional, sehingga CS fokus ke kasus paket bermasalah

Keterbatasan:

  • Ulasan pihak ketiga mencatat biaya tambahan per pengguna yang sudah termasuk paket
  • Markup sekitar 20% atas tarif Meta
  • Template yang tidak bisa Anda edit setelah jadi. Untuk itu hitung total biaya sebelum berlangganan, terutama jika tim CS Anda banyak

3. Interakt

Platform WhatsApp API yang kuat di sisi jualan dan broadcast, populer di kalangan toko Shopify.

Fitur:

  • Katalog WhatsApp
  • Sinkronisasi katalog Shopify
  • Broadcast massal
  • Notifikasi otomatis
  • Konfirmasi COD
  • AnswerBot
  • Webhook order
  • Widget WhatsApp
  • Terintegrasi melalui API

Kelebihan:

  • Alur konfirmasi COD dan pelacakan pesanan sudah siap pakai
  • Seller online yang mengirim banyak paket COD bisa memangkas paket gagal antar karena pelanggan sudah mengkonfirmasi di chat.

Keterbatasan:

  • Rancangannya berpusat pada commerce dan pasar India, jadi fitur katalog tidak terpakai oleh ekspedisi murni.
  • Broadcast harus menunggu persetujuan template
  • Sebagian pengguna di Shopify App Store mengeluhkan perubahan harga
  • Biaya percakapan WhatsApp juga terpisah dari langganan.

4. Respond.io

Platform pesan yang menyambungkan WhatsApp API ke CRM yang sudah Anda punya, pas untuk perusahaan dengan ERP atau CRM yang sudah establish.

Fitur:

  • Inbox omnichannel dengan lifecycle view (dari lead sampai pelanggan)
  • Flow builder untuk otomatisasi
  • Tersedia AI agent, broadcast, integrasi CRM, dan dukungan WhatsApp Business Calling API.

Kelebihan:

  • Lifecycle view membantu sales melihat posisi klien korporat/enterprise di setiap tahap
  • Tarifnya tidak menggunakan biaya per pengguna, jadi menambah agen tidak menambah tagihan.

Keterbatasan:

  • Harga mengikuti jumlah kontak aktif bulanan
  • Fitur andalannya baru terbuka di paket Growth yang mulai sekitar 159 dolar AS per bulan
  • Pengguna di platform ulasan juga mencatat kurva belajar, dan sebagian menilai fitur pipeline kurang lengkap.

5. SleekFlow

Platform omnichannel yang menyatukan WhatsApp, Instagram, Messenger, email, dan SMS dalam satu inbox.

Fitur:

  • Inbox tim dengan penugasan dan catatan internal
  • Broadcast berbasis template, flow builder, AI agent, integrasi Shopify, HubSpot, Salesforce, dan Google Sheets, API, serta tautan pembayaran di dalam chat.

Kelebihan:

  • Fitur kolaborasi tim dan analitik kinerja agen terbilang cukup bagus
  • Cocok untuk tim sales yang mengejar klien korporat lewat banyak channel.

Keterbatasan:

  • Pengguna menyebut butuh waktu untuk mengenal semua fitur, dan perusahaan tanpa tim IT merasa migrasi data cukup berat
  • Sebagian fitur chatbot lanjutan ada di paket lebih tinggi
  • Biaya tambahan sekitar 15 dolar AS per bulan untuk tiap nomor WhatsApp yang Anda hosting.

6. TimelinesAI

Shared inbox WhatsApp yang menyinkronkan chat ke CRM, cocok buat tim yang ingin riwayat chat tersimpan tanpa mengganti kebiasaan kerja.

Fitur-fiturnya:

  • Inbox bersama untuk banyak nomor
  • Sinkronisasi ke Pipedrive, HubSpot, Zoho, Salesforce, dan monday.com
  • Terdapat webhook, integrasi Zapier, pesan massal, analitik, serta agen ChatGPT
  • Nomor terhubung dengan scanning kode QR

Kelebihan:

  • Nomor aktif dalam hitungan menit tanpa menunggu persetujuan dan tim tetap menggunakan nomor yang pelanggan sudah dikenal
  • Harga per kursi tanpa biaya per pesan memudahkan perhitungan

Keterbatasan:

  • Satu kursi hanya menyambungkan satu nomor, sehingga biaya naik saat nomor bertambah
  • Kuota chat aktif dan pesan massal per kursi bergantung paket (chat aktif 1.000 sampai 5.000)
  • Jalur QR bekerja mirip WhatsApp Web, jadi fitur resmi seperti template butuh sambungan nomor WABA.

7. Rasayel

Platform yang menempatkan WhatsApp di pusat kerja tim sales B2B.

Fitur:

  • Tersedia chat tim
  • Ada juga workflow
  • Terintegrasi ke CRM

Kelebihan:

  • Relevan jika chat penjualan kontrak korporat terjadi di WhatsApp
  • Terdapat data akun dan peluang tetap ada di CRM yang sudah mapan

Keterbatasan:

  • Penerapannya cocok untuk tim sales B2B
  • kurang pas untuk CS pengiriman harian dengan jumlah pesan tinggi
  • Informasi terkait biaya terbatas, jadi perlu meminta informasi lebih detail saat akan demo atau daftar aplikasi

8. YCloud

Ada bagian operasional WhatsApp yang bisa berdiri sendiri atau melengkapi CRM yang sudah ada.

Fitur-fiturnya:

  • Inbox, campaign, journey, AI agent, pengumpulan data dari website, aplikasi, CRM, WhatsApp, dan e-commerce, serta API terbuka dan webhook

Kelebihan:

  • Aplikasi CRM Anda tidak perlu Anda ganti
  • Fitur journey cocok untuk rangkaian notifikasi resi, misalnya pesan pickup, transit, lalu paket tiba

Kekurangan:

  • Posisinya lapisan WhatsApp, bukan pengganti CRM penuh, sehingga tim memegang dua sistem
  • Integrasi lewat API dan webhook juga butuh tenaga teknis

9. Leadsales

CRM untuk WhatsApp yang menyinkronkan kontak dan pesan, lalu membantu otomatisasi proses penjualan.

Fitur:

Sinkronisasi kontak dan pesan, otomatisasi alur penjualan, personalisasi chat, dan dukungan marketing campaign.

Kelebihan:

  • Konsep dan penggunaannya simple, jadi tim kecil yang baru pertama menggunakan CRM bisa belajar cepat.

Kekurangan:

  • Target market aplikasi ini lebih banyak di luar Indonesia. Pastikan ada dukungan bahasa Indonesia, layanan untuk nomor +62, dan kejelasan harga dalam rupiah sebelum membayar.

10. Wazzup

Konektor yang menyalurkan WhatsApp ke Bitrix24, pas jika kantor Anda sudah menggunakan Bitrix24.

Fitur-fiturnya:

  • Koneksi WhatsApp Web, WhatsApp Business API, dan Telegram ke Bitrix24, serta dukungan channel media sosial.

Keunggulan:

  • Anda menambah WhatsApp tanpa mengganti CRM
  • Tersedia melalui kode QR yang cepat atau lewat API resmi yang lebih lengkap

Kekurangan:

  • Wajib memiliki akun Bitrix24 dan otomatis kualitas fitur CRM-nya mengikuti Bitrix24
  • Fitur resmi WhatsApp seperti template hanya tersedia lewat API

11. Umnico

Aplikasi ini berperan sebagai konektor yang mengumpulkan beberapa channel chat ke Bitrix24.

Fitur-fiturnya:

  • Tersedia beberapa channel seperti WhatsApp, WhatsApp Business API, Telegram, dan Instagram masuk ke Bitrix24 sebagai bagian dari flow suatu chat.

Kelebihan:

  • Berguna kalau pelanggan menghubungi lewat banyak channel dan CS ingin membalas dari satu layar.

Keterbatasan:

  • Sama seperti Wazzup, wajib Bitrix24 dan tidak punya fitur khusus logistik
  • Anda tetap perlu membuat alur eskalasi dan template status paket sendiri

12. WhatCRM

Aplikasi pendamping Bitrix24 untuk WhatsApp dengan dukungan mobile.

Fitur-fitur:

  • Integrasi WhatsApp, Instagram, dan Telegram ke Bitrix24, plus akses lewat HP

Kelebihan:

  • Kurir atau supervisor lapangan bisa membalas dari ponsel tanpa membuka komputer kantor.

Kekurangan:

  • Wajib menggunakan Bitrix24
  • Dan beberapa informasinya belum tersedia secara lengkap
Website CRM.ID (Aplikasi WhatsApp CRM)

Kesimpulan

WhatsApp CRM menghubungkan WhatsApp Business Platform (API) ke sistem pencatatan pelanggan, sehingga setiap chat punya catatan, penanggung jawab/PIC, dan label.

Berbeda dengan aplikasi WhatsApp Business biasa yang terbatas dari segi penggunaan agen dan device, aplikasi WhatsApp CRM memfasilitasi banyak agen membalas dari satu atau lebih nomor dalam satu aplikasi.

Memilih aplikasi CRM untuk ekspedisi harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti multi agent dan pembagian hub, integrasi resi, template notifikasi, penambahan kasus/komplain dan SLA, riwayat per resi, biaya terukur, dan keamanan data.

* Artikel ini adalah hasil kerjasama antara SAPX dan CRM.ID

linkedin.com/in/pandyandi/
Seorang SEO & Performance Marketing Supervisor di SAPX Express. Penulis berpengalaman dalam bidang ekspedisi dan logistik sejak tahun 2018, terlebih untuk pengiriman barang B2B dan sistem COD di Indonesia. Konten yang ditulis berbasis praktik lapangan, data operasional, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengiriman bisnis maupun individu, sehingga menghadirkan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *