Banyak orang menggunakan jasa ekspedisi setiap hari, namun belum benar-benar memahami bagaimana proses dan cara kerja ekspedisi dari awal hingga akhir. Mulai dari paket diserahkan ke kurir, masuk ke proses sortir, dikirim ke hub tujuan, hingga akhirnya diterima oleh penerima.
Dengan memahami alur kerja ekspedisi secara lengkap, pengirim dapat meminimalkan risiko keterlambatan, kesalahan pengiriman, hingga biaya tambahan yang tidak perlu.
Di artikel ini, SAPX Express akan membahas tahapan pengiriman paket secara jelas agar Anda lebih siap saat menggunakan jasa ekspedisi.
Cara Kerja Ekspedisi
Dalam layanan pengiriman barang, setiap paket tidak langsung sampai ke tujuan begitu saja. Ada serangkaian proses dan tahapan yang harus dilalui agar paket dapat dikirim dengan aman, tepat waktu, dan sesuai alamat.
Berikut alur lengkap cara kerja ekspedisi dari awal hingga akhir pada proses pengiriman barang:
1. Penerimaan Barang (Melalui Pick Up atau Drop Off)
Proses ekspedisi dimulai saat barang diterima oleh pihak ekspedisi. Pengirim dapat memilih layanan pick up, di mana kurir menjemput paket ke lokasi pengirim, atau drop off dengan mengantarkan langsung ke kantor cabang atau agen ekspedisi terdekat.
Baca juga: Perbedaan Pick Up dan Drop Off pada Ekspedisi
2. Pengemasan Barang (Jika Diperlukan)
Jika barang belum dikemas dengan aman, pihak ekspedisi dapat membantu proses pengemasan. Pengemasan dilakukan sesuai jenis barang untuk melindungi dari benturan, tekanan, atau kerusakan selama perjalanan.
3. Pengumpulan dan Penyortiran Paket
Paket yang masuk akan dikumpulkan di gudang atau hub ekspedisi untuk dilakukan penyortiran. Penyortiran ini bertujuan mengelompokkan paket berdasarkan kota tujuan, rute pengiriman, dan jenis layanan yang dipilih.
4. Proses Pengiriman Menuju Kota Tujuan
Setelah sortir selesai, paket dikirim menuju kota tujuan menggunakan moda transportasi yang sesuai, seperti darat, laut, atau udara. Pada tahap ini, status pengiriman biasanya sudah bisa dipantau melalui sistem tracking.
5. Transit di Gudang atau Cabang
Untuk pengiriman jarak jauh, paket dapat transit terlebih dahulu di gudang atau cabang tertentu. Transit ini berfungsi sebagai titik konsolidasi sebelum paket dilanjutkan ke wilayah pengantaran akhir.
6. Pengantaran Paket ke Alamat Penerima
Setibanya di kota tujuan, paket diserahkan ke kurir lokal di lokasi tujuan untuk proses pengantaran ke alamat penerima. Kurir akan membawa paket langsung ke alamat penerima sesuai data yang tertera pada resi pengiriman.
7. Paket Sampai di Tujuan
Kurir tiba di lokasi tujuan dan memastikan alamat sesuai. Jika alamat lengkap dan penerima dapat dihubungi, proses pengiriman dapat berjalan lancar tanpa kendala.
8. Paket Diterima oleh Penerima
Paket diserahkan kepada penerima atau pihak yang berwenang menerima barang. Kurir biasanya akan memastikan identitas penerima sebelum menyerahkan paket.
9. Konfirmasi dan Bukti Penerimaan Barang
Di tahap akhir, akan dilakukan konfirmasi penerimaan barang. Bukti penerimaan dapat berupa tanda tangan (digital atau tulis tangan) atau foto paket dengan status “delivered” pada sistem tracking sebagai bukti bahwa paket telah diterima dengan baik.
Dengan memahami cara kerja ekspedisi dari awal hingga akhir, pengirim maupun penerima dapat lebih siap dalam menggunakan layanan pengiriman. Alur yang jelas membantu meminimalkan risiko kesalahan, keterlambatan, dan memastikan paket sampai dengan aman di tangan penerima.
Kondisi Jika Paket Gagal
Dalam proses pengiriman, ada situasi tertentu yang menyebabkan paket tidak berhasil diantar sesuai jadwal. Berikut penanganannya:
- Jika Paket Gagal Dikirim, Barang Diantar Ulang: Apabila pengiriman gagal karena penerima tidak berada di tempat, alamat sulit ditemukan, atau kendala operasional lainnya, paket akan dijadwalkan untuk pengantaran ulang pada hari berikutnya sesuai kebijakan ekspedisi.
- Jika Paket Gagal Berkali-kali, Barang Dikembalikan ke Pengirim: Jika pengantaran ulang tetap gagal setelah beberapa kali percobaan, paket akan dikembalikan (return) ke alamat pengirim. Proses pengembalian ini dapat dikenakan biaya tambahan tergantung ketentuan layanan yang digunakan.
Baca juga: Kenali Asuransi Pengiriman Barang SAPX Express, Wajib Tahu!
Kondisi Jika Paket yang Diterima Bermasalah
Meski proses ekspedisi telah dilakukan sesuai prosedur, tetap ada kemungkinan paket mengalami kendala saat diterima.
- Proses Klaim Jika Terjadi Masalah: Jika paket diterima dalam kondisi rusak, hilang, atau tidak sesuai, penerima atau pengirim dapat mengajukan klaim pengiriman. Proses klaim umumnya memerlukan bukti seperti resi pengiriman, foto kondisi paket, video unboxing, serta pengajuan klaim dalam batas waktu yang ditentukan oleh pihak ekspedisi.
Dengan memahami cara kerja ekspedisi dari awal hingga akhir, pengirim dan penerima dapat lebih siap menghadapi setiap tahapan pengiriman, termasuk kemungkinan paket gagal diantar atau mengalami kendala.
Pengetahuan ini membantu mengurangi risiko kesalahan, mempercepat proses pengiriman, serta memastikan paket sampai dengan aman.
Memilih jasa ekspedisi yang memiliki sistem kerja jelas, transparan, dan dukungan layanan pelanggan yang responsif menjadi kunci agar proses pengiriman berjalan lancar dan terpercaya.
SAPX Express hadir sebagai solusi pengiriman dengan sistem terintegrasi, dukungan layanan profesional, serta jaringan distribusi yang luas untuk kebutuhan pengiriman bisnis maupun individu.
Percayakan pengiriman Anda kepada SAPX Express agar paket sampai tepat waktu dan tanpa ribet.

