SAPX.ID – Jakarta, 3 Juli 2026. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) menyambut baik arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya serta penguatan karakter bangsa.
Di tengah pesatnya transformasi digital, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia tanpa kehilangan identitas nasional. Bagi industri pos dan logistik, transformasi digital juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing nasional.
Ketua Umum DPP ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, mengatakan, digitalisasi kini telah menjadi tuntutan bagi seluruh perusahaan penyelenggara pos dan jasa pengiriman. Menurutnya, sistem digital harus diterapkan secara menyeluruh mulai dari proses pemesanan, pengolahan kiriman, pelacakan, layanan pelanggan hingga transaksi keuangan.
“Saat ini seluruh perusahaan penyelenggara pos memang dituntut mengikuti perkembangan digitalisasi. Mulai dari order pengiriman, proses kiriman, monitoring, layanan customer service, hingga transaksi COD seluruhnya harus terintegrasi secara digital sehingga pelanggan mendapatkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujar Budiyanto kepada edisi.co.id, Jumat (3/7/2026) malam.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pelayanan, terutama pada layanan pelanggan. “Customer service kini sudah mulai memanfaatkan AI sehingga berbagai pertanyaan pelanggan dapat dijawab secara otomatis.
Harapan pemerintah adalah seluruh penyelenggara pos memiliki sistem yang terintegrasi dan terdigitalisasi dari hulu hingga hilir (end-to-end),” katanya. Budiyanto menegaskan, digitalisasi bukanlah ancaman bagi tenaga kerja, melainkan instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Digitalisasi tidak membunuh pekerjaan. Justru yang terjadi adalah layanan menjadi lebih baik dan efisien. Efisiensi bukan dilakukan dengan mengurangi kesejahteraan karyawan, tetapi melalui perbaikan proses bisnis dan sistem kerja sehingga produktivitas meningkat serta pelanggan semakin puas,” tegas dia.
Menurut Budiyanto yang juga Direktur Utama SAPX Express, dengan kualitas layanan yang semakin baik, tingkat kepuasan pelanggan akan meningkat dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan volume pengiriman. Ia menambahkan, digitalisasi juga membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sistem yang terintegrasi memungkinkan perusahaan kurir melakukan konsolidasi operasional maupun sistem sehingga mampu memberikan layanan yang lebih kompetitif. “Banyak perusahaan kurir, khususnya yang melayani UMKM, masih memiliki keterbatasan sistem dan jaringan. Dengan adanya digitalisasi dan konsolidasi, perusahaan dapat saling terhubung sehingga operasional menjadi lebih efisien dan pelayanan semakin cepat,” jelas Budiyanto.
Ia mengungkapkan, implementasi konsolidasi penyelenggara pos sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 8 masih berlangsung secara bertahap. Saat ini, tingkat partisipasi anggota ASPERINDO yang bergabung dalam skema konsolidasi baru mencapai sekitar 25 persen.
“Antusiasme perusahaan anggota sebenarnya cukup tinggi. Saat ini baru sekitar 25 persen yang bergabung karena implementasi penuh regulasi tersebut baru akan berlaku pada Oktober mendatang. Setelah itu kami optimistis tingkat partisipasinya akan meningkat secara signifikan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Budiyanto mengimbau, perusahaan jasa pengiriman yang belum memiliki kemampuan membangun sistem digital secara mandiri agar memanfaatkan skema konsolidasi dengan perusahaan konsolidator yang telah memenuhi standar pemerintah.
“Bagi perusahaan yang belum memiliki modal untuk membangun sistem digital sendiri, lebih baik bergabung dengan perusahaan konsolidator. Cara ini jauh lebih efisien karena mereka langsung memperoleh dukungan sistem, operasional, dan layanan pelanggan yang sudah terintegrasi,” paparnya. Selain itu, Ketum ASPERINDO juga meminta pemerintah terus melakukan pembinaan terhadap perusahaan penyelenggara pos agar seluruh pelaku usaha memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam regulasi.
“Pemerintah harus terus membina perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi standar. Setelah aturan berlaku penuh pada Oktober nanti, pemerintah juga harus tegas dalam melakukan pengawasan agar seluruh penyelenggara pos mematuhi ketentuan yang berlaku. Jika belum mampu membangun sistem sendiri, konsolidasi menjadi solusi terbaik,” pungkas Budiyanto.
Referensi:
- https://www.edisi.co.id/berita/9717328758/dukung-kemkomdigi-ketum-asperindo-digitalisasi-bukan-ancaman-melainkan-pengungkit-efisiensi-dan-pertumbuhan-industri-logistik?page=2

