{"id":13271,"date":"2024-05-06T15:33:42","date_gmt":"2024-05-06T08:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/?p=13271"},"modified":"2025-11-25T11:32:29","modified_gmt":"2025-11-25T04:32:29","slug":"pengertian-barang-inferior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/","title":{"rendered":"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam ilmu ekonomi, istilah barang inferior<strong> <\/strong>merupakan hal yang penting karena memiliki hubungan dengan pendapatan yang diperoleh konsumen. Pada dasarnya, pendapatan konsumen sangatlah berpengaruh terhadap daya beli sehingga perlu di analisis secara mendalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya barang inferior saja, ada juga jenis barang superior yang perlu dipelajari secara mendalam karena berpengaruh terhadap bisnis. Sebelum Anda mengenal beberapa contoh barang yang termasuk inferior, sebaiknya Anda memahami dulu mengenai konsep dasarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pentingnya-barang-substitusi-dalam-bisnis\/\">Memahami Pentingnya Barang Substitusi dalam Strategi Pemasaran Bisnis Anda<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Dimaksud Barang Inferior?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar. Istilah ini sering digunakan dalam ekonomi untuk merujuk pada barang-barang yang memiliki harga lebih rendah tetapi kualitasnya juga lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting untuk dicatat bahwa status suatu barang sebagai barang inferior bisa berubah seiring waktu, tergantung pada preferensi konsumen, teknologi, dan faktor lainnya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/id\/layanan\/lapak-satria\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200-.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16910\" style=\"width:700px\" width=\"700\" srcset=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200-.jpg 959w, https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200--300x63.jpg 300w, https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200--768x160.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 959px) 100vw, 959px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Barang Inferior<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain memperlajari mengenai apa yang dimaksud dengan barang inferior, Anda juga perlu mengetahui beberapa contoh barangnya. Secara umum, contoh barang inferior dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, tetapi berikut adalah beberapa contoh umum:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Makanan Olahan Murah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Produk makanan olahan dengan kualitas yang rendah atau nutrisi yang minim sering dianggap sebagai barang inferior.&nbsp;Contoh-contohnya termasuk mi instan murah, makanan cepat saji dengan nilai gizi rendah, atau camilan ringan berbasis tepung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pakaian dengan Kualitas Rendah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pakaian dari bahan murah atau diproduksi dengan standar yang rendah seringkali dianggap sebagai barang inferior.&nbsp;Ini mungkin termasuk pakaian dari bahan sintetis yang cepat rusak, atau pakaian dengan jahitan yang tidak rapi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Transportasi Umum yang Tidak Nyaman<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Layanan transportasi umum yang tidak nyaman, lambat, atau tidak dapat diandalkan bisa dianggap sebagai barang inferior.&nbsp;Ini bisa dianggap barang inferior jika tidak ada pilihan lain yang tersedia bagi penduduk yang bergantung pada transportasi umum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Produk Elektronik Murah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Elektronik dengan kualitas yang rendah atau fitur terbatas, seperti televisi dengan resolusi yang buruk, bisa dianggap sebagai barang inferior. Di era sekarang, produk elektronik berharga murah sangatlah banyak dan jenisnya sangat variatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Merek Generik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa merek generik atau merek privat yang menawarkan produk dengan kualitas yang jauh lebih rendah. Ada juga merek yang menawarkan harga lebih murah dibandingkan merek-merek terkenal sehingga dianggap sebagai barang inferior.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Makanan Kemasan Berharga Rendah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Makanan kemasan murah dengan kualitas bahan yang rendah atau pengawetan yang minimal sering dianggap sebagai barang inferior. Hal ini terjadi jika mereka tidak memberikan nilai nutrisi yang cukup atau rasanya tidak memuaskan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diingat bahwa status suatu barang sebagai barang inferior dapat bervariasi tergantung pada preferensi dan kebutuhan individu serta standar kualitas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Barang Superior dan Inferior<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa barang superior dan barang inferior adalah dua konsep yang berlawanan dalam ilmu ekonomi.&nbsp;Setidaknya, ada beberapa perbedaan antara barang superior dan inferior yang perlu Anda ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Kualitas dan Harga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Barang superior memiliki kualitas dan harga yang lebih tinggi daripada barang sejenis lainnya yang tersedia di pasar.&nbsp;Sebaliknya, barang inferior memiliki kualitas lebih rendah dan harga lebih murah dibanding barang sejenis lainnya yang tersedia di pasar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Respon Terhadap Perubahan Pendapatan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Permintaan terhadap barang superior cenderung meningkat ketika pendapatan konsumen mengalami peningkatan.&nbsp;Sebaliknya, permintaan terhadap barang inferior cenderung akan menurun ketika pendapatan konsumen alami kenaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pilihan Konsumen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Konsumen memilih barang superior karena mereka percaya bahwa barang tersebut memberikan nilai tambah atau manfaat yang lebih besar. Namun, konsumen memilih barang inferior karena mungkin terbatas dalam pilihan atau tidak mampu membeli barang yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/restock-barang-pengertian-fungsi-dan-mengaturnya\/\">Restock Barang : Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengaturnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pengaruh pada Pasar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Barang superior cenderung mempengaruhi pasar dengan menarik konsumen yang memiliki keinginan untuk mendapatkan kualitas yang lebih tinggi. Sedangkan, barang inferior mungkin mempengaruhi pasar dengan menarik konsumen yang memiliki keterbatasan finansial atau tidak memiliki pilihan lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, perbedaan utama antara barang superior dan inferior terletak pada kualitas, harga, perubahan pendapatan, preferensi konsumen, dan dampaknya pada pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, barang inferior cenderung memiliki kualitas dan harga yang lebih rendah daripada barang sejenis lainnya yang tersedia di pasar.&nbsp;Dalam praktiknya, barang inferior memainkan peran penting dalam ekonomi karena dapat memberikan akses kepada <a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/tips-mengerti-dan-memahami-perilaku-konsumen-generasi-z\/\">konsumen<\/a> dengan pendapatan rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, penting untuk dicatat bahwa barang inferior sering kali memiliki konsekuensi terkait dengan kualitas dan nilai yang lebih rendah. Konsumen harus mempertimbangkan dengan hati-hati kebutuhan dan preferensi sebelum membuat keputusan pembelian. Itulah bahasan lengkap mengenai barang inferior dan semoga semua bahasannya bisa bermanfaat buat para pembacanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ilmu ekonomi, istilah barang inferior merupakan hal yang penting karena memiliki hubungan dengan pendapatan yang diperoleh konsumen. Pada dasarnya, pendapatan konsumen sangatlah berpengaruh terhadap daya beli sehingga perlu di analisis secara mendalam. Tak hanya barang inferior saja, ada juga jenis barang superior yang perlu dipelajari secara mendalam karena berpengaruh terhadap bisnis. Sebelum Anda mengenal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13272,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[115],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"SAPX Express\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-06T08:33:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-25T04:32:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/barang-inferior-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"iMpulse Digital\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"iMpulse Digital\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\"},\"author\":{\"name\":\"iMpulse Digital\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9\"},\"headline\":\"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior\",\"datePublished\":\"2024-05-06T08:33:42+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-25T04:32:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\"},\"wordCount\":727,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\",\"name\":\"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-06T08:33:42+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-25T04:32:29+00:00\",\"description\":\"Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/\",\"name\":\"SAPX Express\",\"description\":\"Kumpulan Informasi Terbaru Dunia Logistik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"SAPX Express\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png\",\"width\":1024,\"height\":500,\"caption\":\"SAPX Express\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9\",\"name\":\"iMpulse Digital\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"iMpulse Digital\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.impulse.co.id\/\"],\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/author\/impulse\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior","description":"Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior","og_description":"Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar.","og_url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/","og_site_name":"SAPX Express","article_published_time":"2024-05-06T08:33:42+00:00","article_modified_time":"2025-11-25T04:32:29+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/barang-inferior-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"iMpulse Digital","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"iMpulse Digital","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/"},"author":{"name":"iMpulse Digital","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9"},"headline":"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior","datePublished":"2024-05-06T08:33:42+00:00","dateModified":"2025-11-25T04:32:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/"},"wordCount":727,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/","name":"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-05-06T08:33:42+00:00","dateModified":"2025-11-25T04:32:29+00:00","description":"Barang inferior adalah barang atau produk yang memiliki kualitas lebih rendah daripada barang atau produk sejenis lainnya yang tersedia di pasar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/pengertian-barang-inferior\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Barang Inferior? Contoh dan Perbedaan Dengan Barang Superior"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/","name":"SAPX Express","description":"Kumpulan Informasi Terbaru Dunia Logistik","publisher":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization","name":"SAPX Express","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png","contentUrl":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png","width":1024,"height":500,"caption":"SAPX Express"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9","name":"iMpulse Digital","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g","caption":"iMpulse Digital"},"sameAs":["https:\/\/www.impulse.co.id\/"],"url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/author\/impulse\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13271"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13271"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17129,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13271\/revisions\/17129"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}