{"id":12231,"date":"2023-07-14T10:41:00","date_gmt":"2023-07-14T03:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/?p=12231"},"modified":"2025-11-28T16:16:53","modified_gmt":"2025-11-28T09:16:53","slug":"perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/","title":{"rendered":"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk!"},"content":{"rendered":"\n<p>Untuk meningkatkan penjualan, pebisnis dapat menggunakan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan targetnya. Nah, dalam dunia promosi penjualan, ada yang namanya istilah <em>hard selling<\/em> dan <em>soft selling, <\/em>yang keduanya memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Teknik <em>soft selling<\/em> dan <em>hard selling <\/em>ini tentunya terdapat perbedaannya, yang akan kita bahas pada artikel ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>So, <\/em>apakah Anda sudah penasaran dengan apa sih perbedaan dari <em>soft selling <\/em>dan<em> hard selling? <\/em>Yuk simak ulasan di bawah ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengertian-soft-selling-dan-hard-selling\">Pengertian <em>Soft Selling<\/em> dan <em>Hard Selling<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas mengenai perbedaan <em><a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/cara-melakukan-soft-selling\/\">soft selling<\/a><\/em> dan <em>hard selling,<\/em> kita pahami terlebih dahulu apa itu pengertian dari keduanya. Menurut <em>SendPulse,<\/em> <em>hard selling<\/em> adalah pendekatan penjualan langsung yang biasanya menggunakan bahasa mendesak, tekanan, dan teknik agresif agar pelanggan membeli barang dengan segera. Walaupun terkesan negatif, ternyata <em>hard selling <\/em>bermanfaat untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat lho!.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, melansir dari <em>Investopedia, soft selling<\/em> adalah pendekatan periklanan dan penjualan yang menggunakan bahasa halus dan teknik non-agresif. Berbeda dengan <em>hard selling, soft selling <\/em>tidak mendesak dan menghindari kemarahan pelanggan dengan melakukan teknik persuasif, serta halus. Strategi ini dilakukan agar bisnis mendapatkan penjualan berulang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/cara-meningkatkan-omset-penjualan-online-mudah\/\">Cara Meningkatkan Omset Penjualan Online, Mudah!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\">Perbedaan <em>Hard Selling<\/em> dan <em>Soft Selling<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Lantas, apa saja faktor perbedaan antara taktik <em>soft selling <\/em>dan <em>hard selling<\/em>? Berikut adalah ulasannya;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Jangka Waktu Penjualan<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan dari <em>hard selling <\/em>dan <em>soft selling <\/em>adalah dari segi jangka waktu penjualannya. Untuk taktik <em>hard selling, <\/em>penjual akan membujuk sebisa mungkin agar pelanggan bisa membeli barang dalam waktu cepat dan tanpa pertimbangan lebih lanjut. Berbeda dengan <em>soft selling <\/em>yang tidak \u2018memaksa, taktik ini lebih memperhatikan kenyamanan pelanggan dan lebih fokus pada penjualan jangka panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tujuan dan Ketertarikan Konsumen<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan <em>soft selling<\/em> dan <em>hard selling <\/em>yang berikutnya adalah tentang tujuan dan ketertarikan konsumen. Untuk <em>soft selling<\/em> sendiri, bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli produk atau jasa kita. Sedangkan, <em>hard selling <\/em>bertujuan hanya untuk menjual produk secepat mungkin dan tidak terlalu mementingkan ketertarikan konsumen. Oleh sebab itu, biasanya <em><a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/cara-melakukan-hard-selling\/\">hard selling<\/a> <\/em>tidak direkomendasikan untuk jangka panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Promosi yang Dilakukan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan selanjutnya dari <em>hard selling<\/em> serta <em>soft selling <\/em>yaitu dari sisi promosi yang dilakukan oleh merek. Sebagai contoh <em>hard selling<\/em>, Anda mungkin pernah melihat diskon pada toko yang menuliskan \u2018promo diskon 70% hanya untuk hari ini saja\u2019 merupakan salah satu promosi dari <em>hard selling, <\/em>yang membuat pelanggan tidak mau ketinggalan. Sedangkan <em>soft selling <\/em>dilakukan dengan meningkatkan reputasi bisnis. Misalkan iklan <em>soft selling <\/em>makanan yang dibuat secara estetik untuk menggugah rasa lapar pelanggan, dan yang lain sebagainya.\u00a0<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/id\/layanan\/lapak-satria\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200-.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-16910\" style=\"width:700px\" width=\"700\" srcset=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200-.jpg 959w, https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200--300x63.jpg 300w, https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/banner-960x200--768x160.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 959px) 100vw, 959px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Bidang Industri yang Menggunakannya<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan berikutnya dari soft selling dan hard selling adalah bidang industri yang menggunakannya. Biasanya<em> <\/em>teknik <em>hard selling <\/em>digunakan oleh bisnis asuransi maupun telemarketing, yang <em>sales<\/em>nya mendapatkan komisi begitu ia menjaring anggota yang banyak. Untuk <em>soft selling, <\/em>bisnis yang beragam dapat menggunakan taktik ini seperti bidang <em>fashion,<\/em> makanan, atau bahkan manufaktur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Potensi Pembelian<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan <em>soft selling <\/em>dan <em>hard selling <\/em>adalah dari sisi potensi pembelian. Karena <em>hard selling <\/em>lebih kepada \u2018memaksa\u2019 dan membujuk pelanggan untuk membeli, maka potensi pembeli dari taktik ini tidak terlalu banyak dibandingkan dengan <em>soft selling. <\/em>Pasalnya, <em>hard selling <\/em>membuat pelanggan tidak nyaman sehingga reputasi merek bisa menurun. Oleh sebab itu, Anda bisa gunakan <em>soft selling <\/em>untuk meningkatkan potensi pembelian, walaupun mungkin membutuhkan waktu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/tips-jitu-cara-promosi-yang-menarik-untuk-bisnis-anda\/\">7 Tips Jitu Cara Promosi yang Menarik untuk Bisnis Anda<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Hubungan Pelanggan dan Brand<\/h3>\n\n\n\n<p>Hubungan pelanggan dan <em>brand <\/em>merupakan perbedaan <em>hard selling<\/em> dan <em>soft selling <\/em>yang berikutnya. Untuk <em>hard selling,<\/em> kemungkinan hubungan pelanggan tidak terlalu baik sebab taktik ini seakan-akan memaksa pelanggan untuk membeli saat itu juga. Berbeda dengan taktik <em>soft selling <\/em>yang berfokus pada hubungan pelanggan dan meningkatkan reputasi bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, demikianlah ulasan kali ini mengenai 6 perbedaan <em>hard selling<\/em> dan <em>soft selling.<\/em> Anda dapat menggunakan taktik keduanya ini sesuai dengan kebutuhan Anda dan yang paling terpenting adalah meningkatkan <em>skill <\/em>untuk menguasai strategi komunikasi dengan pelanggan. Untuk Anda yang tertarik dengan warehouse dan fulfillment, Anda bisa kontak kami untuk informasi menarik mengenai <a href=\"https:\/\/www.sapx.id\/id\/layanan\/gudang\">sewa gudang online<\/a> untuk bisnis. Semoga bermanfaat ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk meningkatkan penjualan, pebisnis dapat menggunakan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan targetnya. Nah, dalam dunia promosi penjualan, ada yang namanya istilah hard selling dan soft selling, yang keduanya memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Teknik soft selling dan hard selling ini tentunya terdapat perbedaannya, yang akan kita bahas pada artikel ini.&nbsp; So, apakah Anda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[115,198,199],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk! | SAPX Express<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam berbisnis, ada yang namanya istilah soft selling dan hard selling Lantas, apa perbedaan dari keduanya? Simak ulasan berikut mengenai perbedaan ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk! | SAPX Express\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam berbisnis, ada yang namanya istilah soft selling dan hard selling Lantas, apa perbedaan dari keduanya? Simak ulasan berikut mengenai perbedaan ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"SAPX Express\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-14T03:41:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-28T09:16:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"iMpulse Digital\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"iMpulse Digital\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\"},\"author\":{\"name\":\"iMpulse Digital\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9\"},\"headline\":\"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk!\",\"datePublished\":\"2023-07-14T03:41:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-28T09:16:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\"},\"wordCount\":664,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Bisnis\",\"Digital Marketing\",\"Marketing\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\",\"name\":\"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk! | SAPX Express\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-14T03:41:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-28T09:16:53+00:00\",\"description\":\"Dalam berbisnis, ada yang namanya istilah soft selling dan hard selling Lantas, apa perbedaan dari keduanya? Simak ulasan berikut mengenai perbedaan ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/\",\"name\":\"SAPX Express\",\"description\":\"Kumpulan Informasi Terbaru Dunia Logistik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"SAPX Express\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png\",\"width\":1024,\"height\":500,\"caption\":\"SAPX Express\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9\",\"name\":\"iMpulse Digital\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"iMpulse Digital\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.impulse.co.id\/\"],\"url\":\"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/author\/impulse\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk! | SAPX Express","description":"Dalam berbisnis, ada yang namanya istilah soft selling dan hard selling Lantas, apa perbedaan dari keduanya? Simak ulasan berikut mengenai perbedaan ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk! | SAPX Express","og_description":"Dalam berbisnis, ada yang namanya istilah soft selling dan hard selling Lantas, apa perbedaan dari keduanya? Simak ulasan berikut mengenai perbedaan ini.","og_url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/","og_site_name":"SAPX Express","article_published_time":"2023-07-14T03:41:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-28T09:16:53+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"iMpulse Digital","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"iMpulse Digital","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/"},"author":{"name":"iMpulse Digital","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9"},"headline":"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk!","datePublished":"2023-07-14T03:41:00+00:00","dateModified":"2025-11-28T09:16:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/"},"wordCount":664,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Bisnis","Digital Marketing","Marketing"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/","name":"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk! | SAPX Express","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-07-14T03:41:00+00:00","dateModified":"2025-11-28T09:16:53+00:00","description":"Dalam berbisnis, ada yang namanya istilah soft selling dan hard selling Lantas, apa perbedaan dari keduanya? Simak ulasan berikut mengenai perbedaan ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/perbedaan-hard-selling-dan-soft-selling\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling, Pahami Yuk!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/","name":"SAPX Express","description":"Kumpulan Informasi Terbaru Dunia Logistik","publisher":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#organization","name":"SAPX Express","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png","contentUrl":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/sap-express-1024-500.png","width":1024,"height":500,"caption":"SAPX Express"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/6d2d715c48f422c925c6ee17479167f9","name":"iMpulse Digital","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/edb2a8f1cf6317aeb21c10abd3a3113e?s=96&d=mm&r=g","caption":"iMpulse Digital"},"sameAs":["https:\/\/www.impulse.co.id\/"],"url":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/author\/impulse\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12231"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12231"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17532,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12231\/revisions\/17532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sapx.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}